Satpol PP Karawang Digembleng, Sekda Ajak Jaga Nurani di Lapangan

Sekda Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., MP

Karawang, MajalahPerjuangan.com 
Praja Wibawa bukan sekadar jargon di seragam, melainkan roh yang harus dihidupkan dengan disiplin, integritas, dan sentuhan kemanusiaan. Pesan inilah yang ditekankan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., MP, saat melepas 45 Aparatur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas di Kantor Satpol PP, Rabu (26/11).

Tidak tanggung-tanggung, pelatihan bertajuk "Peningkatan Kapasitas Aparatur Tibumtranmas dalam Pengendalian Masa Tahun 2025" ini digeber selama tiga hari (26–28 November) di markas legendaris: Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 305/Tengkorak.



Menggali Arti Praja Wibawa
Kabid Sumber Daya Aparatur Satpol PP Karawang, Iki Mustika Nagari, S.T., M.M., mengungkapkan bahwa penggemblengan ini adalah tindak lanjut instruksi Sekda Asep Aang. Tujuannya jelas: memastikan Aparatur Satpol PP siap lahir dan batin dilatih oleh instruktur militer dari Yonif 305.

"Beliau (Sekda) ingin Aparatur Satpol PP Karawang memahami sepenuhnya arti Praja Wibawa yang melekat di seragam, dan paling penting, mampu mengaplikasikannya secara nyata dalam bertugas," ujar Iki.



Dari 45 peserta yang siap 'bertarung' dengan lumpur dan disiplin militer, sembilan di antaranya adalah Srikandi atau Satpol PP Wanita. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kesiapan mental dan profesionalitas tidak mengenal batas gender.

Bukan Sekadar Teknik, Tapi Soal HAM
Dalam sambutan pelepasan, Sekda Asep Aang Rahmatullah menaruh harapan besar. Ia berharap pelatihan ini membekali peserta untuk menghadapi situasi pengendalian massa dengan cepat, tepat, dan profesional. Namun, profesionalitas yang ia maksud memiliki batas yang jelas, yakni batas kemanusiaan.

”Pengetahuan tentang komunikasi persuasif, manajemen kemacetan, serta pendekatan berbasis perlindungan HAM harus menjadi prinsip utama dalam setiap tindakan di lapangan,” tegas Sekda Asep Aang.


Pernyataan ini menjadi catatan kritis bahwa di tengah ketegasan penegakan Perda, Satpol PP tidak boleh kehilangan nurani. Aparatur sebagai garda terdepan penjaga kedamaian dan ketenteraman dituntut memiliki kombinasi sempurna: kemampuan teknis, mental baja, dan strategi penanganan massa yang humanis serta sesuai regulasi.

Di akhir pesannya, Sekda Asep Aang menekankan bahwa pelatihan keras ini adalah bekal hidup yang harus diimbangi dengan peningkatan disiplin, integritas, dan tanggung jawab. Tujuannya hanya satu: menjaga nama baik institusi Satpol PP dan Pemerintah Kabupaten Karawang.


(Ahass).


0 Komentar