![]() |
| Budidaya Ikan Nila. |
Garut, MajalahPerjuangan.com — Desa Sukahaji, sebuah permata di perbukitan Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, kini memiliki harapan baru. Pemerintah desa setempat baru saja meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Asri Jaya, sebuah langkah strategis yang didorong oleh semangat gotong royong dan keyakinan pada potensi alam desa.
Meski terbilang baru, BUMDes Asri Jaya langsung tancap gas dengan fokus pada program yang menyentuh kebutuhan dasar dan ekonomi warga.
![]() |
| Kepala Desa Sukahaji Abdul Hayat bersama isteri, siap membangun Desa. |
Program Ganda: Ikan Nila dan Alpukat Masa Depan
Tahun 2025 ditetapkan sebagai tahun ketahanan pangan bagi BUMDes Asri Jaya. Program utamanya adalah budidaya ikan nila menggunakan sistem biopori. Di atas lahan seluas 10 meter x 20 meter, kini telah berdiri 10 kolam berdiameter 3 meter yang siap menampung ribuan bibit nila.
"Fokus pada perikanan air tawar ini bukan tanpa alasan. Ini adalah langkah cepat untuk menjamin ketersediaan protein dan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga," ujar Kepala Desa Sukahaji, Abdul Hayat, saat ditemui awak media ini.
Selain nila, BUMDes Asri Jaya juga menanam investasi jangka panjang yang manis. Sebanyak 150 bibit pohon alpukat setinggi 2 meter ditanam di tanah carik desa. Alpukat dipilih karena Desa Sukahaji, yang berada di ketinggian 1.500-2.000 di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu sejuk 20-30 derajat celcius, sangat ideal untuk perkebunan, pertanian, peternakan dan budidaya ikan.
Tak hanya urusan pangan dan perkebunan, BUMDes juga mengambil peran vital dalam pengelolaan sumber air bersih, memastikan hajat hidup orang banyak tetap terjamin di desa yang memiliki 3 dusun, 15 RW, dan 37 RT ini.
Harapan Perubahan Positif
Abdul Hayat tidak menyembunyikan harapannya. Pembentukan BUMDes Asri Jaya, sebagai salah satu dari 12 desa di Kecamatan Sukawening, merupakan langkah nyata untuk mengangkat derajat perekonomian desa.
"BUMDes Asri Jaya baru ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi perekonomian desa. BUMDes ini akan fokus pada pengembangan usaha-usaha yang dapat meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat," tutur Hayat.
Ia menekankan bahwa BUMDes harus berpijak pada potensi lokal. "BUMDes juga akan memprioritaskan pengembangan usaha yang berbasis pada potensi desa, seperti pertanian dan peternakan," tambahnya, menandaskan komitmen pada pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Sambutan masyarakat pun sangat positif. Mereka melihat BUMDes Asri Jaya sebagai motor penggerak ekonomi desa, sebuah wadah baru yang dapat menyalurkan potensi warga dan kekayaan alam Sukahaji. Harapan besar tersemat agar BUMDes ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang nyata dan terasa langsung oleh setiap keluarga di desa.
Dengan modal semangat, potensi alam yang melimpah, dan dukungan penuh warga, BUMDes Asri Jaya bukan sekadar unit usaha, tetapi juga simbol inspirasi kemandirian desa di tengah panorama Garut yang sejuk.(Ahass).


0 Komentar