Estafet Srikandi Silat SMAN 1 Rawamerta: Dari Gelanggang, Lahir Pemimpin dan Juara

Kegiatan ekstrakurikuler Pencak silat di SMAN 1 Rawamerta. 

Karawang, MajalahPerjuangan.com
— Semangat regenerasi kepemimpinan sekaligus warisan tradisi bersemi di gelanggang SMAN 1 Rawamerta. Melalui proses yang terencana, Unit Kegiatan Siswa (UKS) Pencak Silat sekolah ini telah menunjuk pengurus baru untuk periode 2025/2026. Peristiwa yang dilaksanakan pada 3 Oktober 2025 ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan penegasan komitmen sekolah dalam mencetak pribadi yang berkarakter, tangguh, dan berprestasi.


Ajeng Sri Rahmawati, seorang siswi yang enerjik, resmi memegang tongkat kepemimpinan sebagai Ketua, didampingi oleh Egi Putri Pratiwi sebagai Wakil Ketua. Kehadiran dua srikandi ini di pucuk pimpinan membuktikan bahwa spirit seni bela diri Indonesia ini semakin membuka ruang lebar bagi pelajar putri untuk mengambil peran sentral dalam organisasi.


Visi Kepemimpinan yang Selaras

Di bawah bimbingan Bapak Asep Dian selaku Pembina, dan racikan strategi dari Pelatih Muhammad Wildan Zakky, kepengurusan baru berjanji menjaga api semangat dan disiplin. Latihan rutin telah dijadwalkan setiap hari Rabu, dimulai sepulang sekolah hingga pukul 17.00 WIB.


"Regenerasi adalah nafas organisasi. Tujuan kami adalah memastikan ekstrakurikuler ini tidak hanya mencetak atlet, tapi juga pemimpin yang memahami filosofi luhur pencak silat," ujar Bapak Asep Dian.


Ajeng, dalam kesempatan pertamanya, menekankan pentingnya kekeluargaan. "Pencak silat adalah sekolah kehidupan. Di sini kita belajar jatuh, bangkit, menghormati lawan, dan terutama, menghormati diri sendiri. Kami ingin semua anggota merasa nyaman untuk tumbuh bersama," ucapnya penuh semangat.


Wejangan Emas dari Senior Berprestasi

Proses ini semakin berbobot dengan hadirnya pesan inspiratif dari senior alumni yang telah lebih dulu mengukir nama sekolah di kancah nasional. Yasmin, salah satu alumni pencak silat SMAN 1 Rawamerta, yang tercatat pernah meraih medali Perunggu di ASPN dan melangkah lebih jauh dengan merebut medali Emas di Kejurnas Jakarta, menyampaikan wejangannya.


Yasmin menegaskan bahwa prestasi tertinggi tidak hanya diukur dari kilauan medali.


"Kepada Ajeng, Egi, dan tim, saya bangga melihat kalian. Ingatlah, medali itu bonus. Proses adalah guru terbaik," kata Yasmin. "Perunggu mengajarkan kita kerendahan hati bahwa selalu ada yang lebih baik. Emas mengajarkan kita disiplin, bahwa konsistensi adalah kunci dari segala pencapaian."


Ia juga mengingatkan bahwa peran pengurus harus fokus pada pembentukan lingkungan yang suportif. "Kepemimpinan bukan kekuasaan, tapi kekeluargaan. Tugas kalian adalah menciptakan ruang di mana setiap anggota merasa nyaman untuk tumbuh," tambahnya.


Melalui pesan yang elegan ini, Yasmin berharap pengurus baru dapat menyeimbangkan kewajiban akademik, latihan, dan organisasi. Ini adalah babak baru. Dengan semangat regenerasi yang humanis dan bekal nasihat dari senior berprestasi, SMAN 1 Rawamerta siap melanjutkan tradisi unggulnya di gelanggang pencak silat nasional.


(Hamid/Ahass). 


0 Komentar